Behind the Scenes ‘Ultraman Ginga’

Capture

Adegan stuntman/suit actor di lokasi syuting “Ultraman Ginga” yang akan segera tayang.


Capture1

Selama beberapa dekade, studio Jepang menghibur penonton global dengan film dan acara televisi tentang monster raksasa/kaiju yang menampilkan aktor dalam setelan karet yang bertarung di atas miniatur kota Tokyo atau gunung Fuji.


Capture2

Jenis film yang dikenal dengan sebutan “tokusatsu,” atau “film dengan efek spesial,” membantu industri film Jepang mendunia dengan menciptakan makhluk khayalan seperti Godzilla dan Mothra, merintis jalan bagi genre film fantasi lokal lainnya seperti anime.


Capture3

Di era ketika efek digital mampu menciptakan animasi yang nampak hidup, membuat model miniatur dan aktor dengan setelan terlihat aneh, dan bahkan kuno, tokusatsu dengan cepat menjadi sesuatu yang ketinggalan zaman. Seorang anggota kru memeriksa storyboard di tempat syuting.


Capture4

Yuichi Abe, sutradara “Ultraman Ginga,” memperhatikan aktor berlatih adegan.


Capture5

Hanya dua perusahaan masih menggunakan efek tokusatsu: Tsuburaya Productions, pembuat Ultraman, dan Toei, yang memroduksi Kamen Rider dan Super Sentai (di Amerika Serikat dikenal sebagai Power Rangers).


Capture6

Seorang spesialis bahan peledak di lokasi syuting.


Capture7

Seorang desainer pencahayaan melihat ke bawah ke lokasi syuting. Sebagian besar pekerja adalah veteran yang berusia 50-an dan 60-an tahun, yang mengatur cabang-cabang pohon di set agar terlihat seperti miniatur hutan, atau menempatkan petasan pada kostum ‘Grand King’ yang akan diledakkan ketika ditembak oleh Ultraman.


Capture8

Mr Abe, sang sutradara mengatakan, penggunaan stuntman/suit actor, model, dan bahkan bahan peledak memberi tokusatsu tingkat realisme yang tidak mungkin dibuat dengan komputer grafis.


Capture9

Perubahan adegan selama pembuatan film “Ultraman Ginga.” Pada saat yang sama, Mr Abe mengatakan dia juga mengandalkan efek komputer, dipadukan dengan adegan tokusatsu.


Capture10

“Ultraman Ginga” adalah langka, dibuat tanpa grafis digital.


Sumber: http://www.nytimes.com/slideshow/2013/08/30/world/asia/20130830JAPAN.html

Tentang ahmadfaisolat

Kuli Proyek
Pos ini dipublikasikan di Tokusatsu, Unik. Tandai permalink.

10 Balasan ke Behind the Scenes ‘Ultraman Ginga’

  1. kasamago berkata:

    wuih, tumben bahas dibalik layar kang. joss.. ,gmn y kyknya udah jd ciri khas Tsuburaya ttp memprtahankn teknik lama ato krn pertimbangn budget.

  2. Mas Sayur berkata:

    seneng nonton..tapi baru tahu di balik layarnya se sibuk itu… 🙂

    • ahmadfaisolat berkata:

      orang jepang selalu sungguh2 dalam berkarya, perfeksionis gitu lah, Pak. emangnya orang kita, bisanya cuma bikin sinetron striping yang asal jadi. kalau ngga ya bikin acara komedi yang tidak mendidik, isinya cuma goyang2, awe awe, yg penting ramai, hehehe😀

  3. Maskur berkata:

    henshin
    eh salah

  4. Maskur berkata:

    ultraman yang tidak mainstream
    tanpa team pendukung

  5. ipanase berkata:

    masih inget jaman dulu,,,,, lampunya kedip2… eh ada scene entah ultra kapan.. ketahuan siapa itu ultamen.. disiarken ke tipi ( live show gitu diadegannya )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s