REVIEW TALKSHOW “HITAM PUTIH” @TRANS│7 , 21 AGUSTUS 2013

SESI GAMES

Gamesnya kacau. Saya pikir karena gamesnya mau meniru “Eat Bulaga”, cuma ada beberapa hal yang diubah sengaja dibedakan biar dianggap tidak meniru mungkin, malah jadi terlihat ‘fail’ dan berantakan.

CAISAR

Saya akui goyangannya menarik dan fenomenal, saya suka. Tapi menurut saya, Caisar itu terlalu jayus. Mau melucu tapi tidak lucu. Sebagai ‘public figure’, Caisar juga kurang bagus dalam ‘public speaking’, ngomong ngga jelas, sama Deddy ditanya apa jawabnya apa. Masih mending bapaknya Caisar menurutku. Haha…

Pakai colek-colek Haruka lagi👿

DEDDY

Top dah buat om Deddy. Biar kata songong, tapi saya suka ‘songong’-nya Deddy. Greget gimana gitu, susah dijelaskan. ‘Dark joke’-nya juga ngga norak. Saya pikir jokenya sama sekali tidak ada unsur pelecehan ke bintang tamunya.

Paling ngekek waktu deddy bilang, “aki motor?” (memplesetkan nama Akimoto), “yang ada tai-tainya” (memplesetkan kata Bahasa Jepangnya sakit perut, ‘nakataita’ (?)), “hei Soimah” (memplesetkan nama Sonia), plesetan semua sih, haha😆 . Dan masih banyak lagi yang lainnya, menurut saya Deddy ngga kalah lucu sama Sule atau Andre.

PENONTON

Respons penonton kurang bagus. Beberapa kali Deddy melontarkan joke-joke yang menurut saya lucu, tapi tidak disambut tawa oleh penonton. Mungkin tertawa tapi saya tidak dengar karena mereka tertawa terlalu pelan, atau tertawa dalam hati. Yah, atau memang ‘sense of humour’-nya beda. Saya penasaran sama penonton, pakai seragam hitam-hitam, siapa mereka? Apa mereka itu anggota MLM Melia Sehat Sejahtera?

JKT48

Over all bagus, perform-nya, dance, tanya-jawabnya. Tapi ya itu tadi, gagal di gamesnya. Saya paling suka sama Nabilah, bagaimana dia menirukan goyang Caisar. Sangat antusias, ngga jaim, interaktif, dan powerfull sekali. Saya makin respek sama ‘Jaenab’, walaupun saya tidak meng-oshi-kannya (apa itu oshi?). jadi ngga salah dong kalau Nabilah selalu jadi ‘frontgirl’ di JKT48? Selalu terpilih jadi member ‘senbatsu’, selalu nongol di tiap cover single?

Buat Haruka, nah ini, satu kata buat Haruka, LUCU! Setiap kali ketemu Deddy, ‘chemistry’-nya dapat. Good job, Haruka-san!:mrgreen:

*Tapi ada kekurangannya sih menurut saya. Beberapa hal di antaranya:

 

— Masih ragu-ragu menjawab, saat ditanya, bagaimana menentukan member senbatsu (pilihan) untuk membawakan sebuah single?

Pada konsepnya, member pilihan ditentukan dengan vote oleh fans, menggunakan surat suara yang diperoleh jika membeli single atau album, seperti halnya yang dilakukan di Jepang sana. Sementara kalau di JKT, senbatsu masih ditentukan oleh produser atau manajemen sendiri. Peran fans bagi perkembangan idol di JKT masih belum begitu berarti, konsep “tumbuh bersama fans” masih belum sepenuhnya berjalan. Mungkin itu yang membuat mereka ragu-ragu menjawabnya.

 

— Ketika ditanya, bedanya single baru “Fortune Cookie yang Mencinta” versi JKT dengan yang di Jepang? Dijawab: “bahasa, member yang membawakan”. Anak kecil juga tahu.

Mungkin mereka lupa, yang spesial pada single JKT ialah adanya versi Bahasa Inggris dari lagu “Fortune Cookie yang Mencinta” yang judulnya menjadi “Fortune Cookie in Love”,  yang tidak ada di versi Jepangnya (AKB), ITU!

 

— Saat diklarifikasi soal gosip acara “JKT Mission” segera berakhir, mereka jawab bla bla bla (karena yang jawab banyak, jadi ngga jelas mereka ngomong apa, intinya sih ‘ngga’). Terus ditanya, sampai kapan? “Seumur hiduplah, amin” (Kinal). Heh???

Satu perwakilan lah ngomong, jawab dengan jelas dan lugas, “ngga”. Sampai kapan?  Ya bilang aza bahwa “ya pokoknya episode minggu depan bukan episode terakhir”, kalau mereka tidak mau berterus terang atau memang tidak tahu soal sampai berapa episode acara itu tayang.

 

— Ditanya soal audisi generasi ke-3? Apa bakal jadi tim T? Dijawab, “Amin, ditunggu kedatangannya” (kenapa selalu si Amin dibawa-bawa?). Lalu Melody bilang, “ya bisa jadi, nanti kan ditraining dulu, . . .”, ini baru jawaban yang bisa diterima.

Kemudian ditanya kriterianya apa? Dijawab, “wanita, punya keinginan meraih mimpi, mau bekerja keras, jomblo”. Eng ing eng, mereka lupa syarat pokok jadi member JKT, yakni UMUR! Umur 13-18 tahun jadi syarat mutlak dan kriteria nomor satu mengikuti audisi (kalau ngga percaya, lihat di websitenya).

 

— Khusus buat Melody, saya menyayangkan dia ngomong “amit-amit- amit-amit” waktu Deddy bilang mau mengirimkannya sebagai TKI ke Jepang (bercanda, sebenarnya Deddy memberi misi ke Melody pergi ke Jepang sendirian, dalam acara JKT Mission). Apa yang salah dengan profesi TKI, Kak Mel? Sampai sebegitu begitunya, he

Goyangan Melody di lagu “Fortune Cookie yang Mencinta” terlalu ‘over’ menurut saya, kalau ini sih masalah selera


Bodohnya saya, kenapa saya tadi sore melewatkan acaranya yaa? Saya mulai pikun nih. Untung ada Youtube.

Apa yang saya tulis di atas adalah murni pendapat saya pribadi. Saya pikir saya punya hak untuk berbicara, berkomentar, dan mengeluarkan pendapat. Akhir kata, saya tutup status ini dengan ‘quote’ yang cukup menarik:

“Set, set, ternyata saya masih bisa main sulap, walaupun ngga laku sekarang”

– – Deddy Corbuzier – –


*Update, setelah video tersebut saya tonton sekali lagi

Tentang ahmadfaisolat

Kuli Proyek
Pos ini dipublikasikan di JKT48, Opini, Unik. Tandai permalink.

9 Balasan ke REVIEW TALKSHOW “HITAM PUTIH” @TRANS│7 , 21 AGUSTUS 2013

  1. orong-orong berkata:

    wah ini pasti penggemarnya

  2. jengky berkata:

    gak suka band ini plagiat lagunya copaz dibuat versi indonesia sekali lagi maaf ya mas bro !

    • ahmadfaisolat berkata:

      hahaha, ga papa bro. namanya musik kan selera, mau suka ataupun ga suka kan hak orang🙂

      • Wahyu Pratomo berkata:

        lagunya memang copas, tetapi pemilik lagu aslinya juga dapet keuntungan juga, pembuat lagunya juga dapet keuntungan juga…..^_^

        menurut saya JKT48 itu seperti marketingnya AKB48 bagi orang awam. Selain itu, JKT48 itu seperti pancingan dan tester untuk masyarakat Indonesia. Setelah kemunculan dan kesuksesan JKT48, Artis2 Jepang juga semakin rame dateng ke Indonesia…..CMIIW

    • Wahyu Pratomo berkata:

      mereka tidak hanya plagiat dan copas aja masbro, tetapi management mereka juga membeli lisensi musik pemilik asli juga……jadi yang punya lagu juga dapet untung kan…^_^

      • ahmadfaisolat berkata:

        yap betul, mereka bukan plagiat, tapi franchise. CMIIW juga😀

        saya turut senang kalau nantinya banyak artis Jepang datang ke Indonesia, soalnya saya suka musik Jepang. lebih baik lagi kalau kita bisa meniru nilai2 positif dari bangsa Jepang. semangatnya, disiplinnya, etos kerja, inovasi, yg baik2 deh pokoknya:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s